Ya.
Siapa yang lebih mulia?? Seorang yang mau membuka hati dengan memaafkan atau dia yang terus menyimpan benci,,
Ketika diri kita tersakiti dalam kurun waktu tertentu, emosi terpendam, pun tak punya daya untuk melawan, pasti akan ada suatu rasa sakit dalam hati yang sangat mendalam. Tak mudah memang untuk memaafkan orang yang menyakiti kita.
Tapi sekarang keadaan sudah mulai berubah. “Sang pembuat masalah” nampaknya sudah mulai sadar bahwa tak seharusnya bersikap buruk seperti yang sudah2. Pun mereka sudah meminta maaf (meskipun secara implisit). Juga sudah mulai menampakkan sikap bersahabat. Sudah berusaha untuk melakukan sesuatu untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu.
Akankah kita terus terjebak ke dalam pikiran bahwa sikap mereka tersebut hanyalah omong kosong? Hanyalah topeng belaka untuk menutupi kesalahan mereka di masa lalu? Seakan-akan menjadi “malaikat penolong yang baik hati” untuk semua orang di sekitarnya? Padahal sikap mereka terhadap kita tak ubahnya seperti “algojo perusak”??
Akankah kita terus menjdi picik dengan tetap berpikiran bahwa sikap mereka merupakan wujud “muka dua” mereka? Suatu sikap baik, yang tanpa mempertimbangkan waktu, akan menjadi sikap buruk yang menyakiti kita lagi??
Sahabat,,,
Saya tahu rasanya tersakiti. Pun saya juga mengalami hal yang sama dengan kalian. Perlu disadari, saya juga bagian dari kalian. Kita mengalami hal yang sama. Tapi,,, satu sikap sudah saya ambil. Secara tegas saya melapangkan hati untuk mereka. Saya bersedia memaafkan mereka (meskipun ini suatu hal yang sangat berat!!). Mari kita lupakan masa lalu. Buka episode baru dalam hati kita. Ayo, lihat kenyataan. Mereka sudah berubah!!! Kita pun harus menerima mereka meski secara perlahan.
Satu hal yang membuat kita lebih baik daripada mereka.
Satu hal yang membuat kita lebih baik daripada mereka. Satu hal yang membedakan kita dari mereka.
Kita bersedia memaafkan mereka. Kita bersedia menutup luka yang telah tertoreh (dan kita akan mengobatinya bersama-sama
).
Mari kita sikapi dengan bijak perubahan ke arah yang lebih baik yang telah mereka lakukan. Niscaya, hubungan kita dengan mereka akan menjadi baik. Kondisi hubungan yang tercipta akan mendatang rasa nyaman kepada kita. Begitu juga, keadaan lingkungan pun akan menciptakan banyak manfaat untuk kehidupan kita.
Apakah kita akan terus menutup hati untuk mereka???
Bukankah ini merupakan satu hal yang membuat kita sama jahatnya dengan mereka di masa lalu??
Sekarang..
Siapa yang lebih mulia???
Kita yang bersedia memaafkan.
Atau kita yang terus menyimpan benci karena tersakiti?
Leave a Comment so far
Leave a comment